Merapi Merayap Turun

sampai pukul 09:00 tanggal 17 Januari, kondisi beberapa daerah yang dilalui sungai yang berhulu di Merapi masih mengancam. banyak yang sudah luluh lantak diterjang Lahar dingin merapi. prediksi beberapa ahli yang beberapa waktu lalu mengatakan bahwa akan adanya bencana yang lebih besar perihal jumlah material vulkanik yang di tabung oleh sungai-sungai yang berhulu di Merapi menjadi kenyataan. Kali Putih misalnya..sampai kemarin masih ada material yang menyelimuti jalan dan menghambat arus lalu lintas. hal ini tak urung mengakibatkan banyak roda kehidupan masyarakat yang mengandalkan jalur utama Jogja Magelang turut tersendat. daerah-daerah seperti di muntilan pun mengalami pasang surut setiap kali erupsi merapi terjadi. memang hal ini menyebabkan banyak kepedihan sekaligus anugrah.

ketika merapi merayap turun dengan adanya Wedhus Gembel, maka kita melihat musibah ini menjadi momok tersendiri bagi banyak masyarakat yang tinggal di lereng merapi. tidak kalah menakutkannya adalah adanya lahar dingin yang terus mengalir bak tiada henti ketika di hulu terjadi hujan yang sangat hebat, maka daerah dibawahnya sudah siap-siap terkena banjir lahar dingin yang berupa lumpur, pasir, batu dan material lainnya yang terbawa arus sepanjang sungai. kondisi ini sangat memprihatinkan.

beberapa sungai yang mengalir dari hulu belum sempat dikeruk dan diperdalam karena tidak adanya persiapan yang memadai. banyak hal yang tidak teralokasikan buat tindakan pencegahan. akibatnya ketika banjir datang, sungai tidak mampu menahan banyaknya material yang mengalir sehingga menimbun dan mengubur segala yang dilaluinya sepanjang bantaran sungai. sungguh suatu hal yang sangat amat disayangkan. kembali banyak warga yang mengungsi karena rumah mereka yang berada di radius bantaran sungai telah tertimbun material bahkan sampai ke atap rumah.

banyak yang hanya bermodalkan baju di badan. harta benda berupa materi telah terkubur atau hanyut. hal ini sungguh sebuah kepedihan tersendiri mengingat adanya anugrah besar yang dikandung dari material vulkanik yang dikeluarkan oleh Merapi.

pasir merapi yang menimbun Kali Gendol (coba bayangkan sungai dengan kedalaman sekitar 60 meter dan lebat 100 m tertimbun semua dengan pasir), merupakan sebuah anugrah yang sangat bernilai. harta yang tertimbun berupa pasir jika dirupiahkan akan menunjukkan sebuah angka yang sangat besar. tinggal bagaimana kita mengambil langkah-langkah strategis sehingga kemakmuran yang didapat menjadikan masyarakat yang tertimpa korban erupsi turut mendapatkan rejeki.

mulai dari sekarang yang perlu dan mulai difikirkan adalah bagaimana memberikan pelatihan singkat bagi warga di lereng merapi yang tanahnya masih belum bisa ditumbuhi rumput atau rumput yang tumbuh pun masih kecil-kecil sehingga belum bisa digunakan untuk memberi makan ternak yang dimilikinya dengan dialih fungsikan masyarakat untuk melakukan kegiatan yang lebih produktif dari segi nilai. salah satu hal yang dapat dimanfaatkan adalah mengajak berbagai elemen masyarakat untuk membantu warga di lereng merapi dalam memanen pasir dengan memberikan alat berat dan pengawasan yang intensif sehingga pasir yang ada di hulu bisa segera dimanfaatkan. pemberian pelatihan juga harus segera dilakukan kepada para ibu-ibu yang ditinggal pergi suaminya atau ibu-ibu yang ternaknya telah mati semua dengan memberikan pelatihan padat karya berupa hiasan dan aneka ragam cinderamata khas Merapi. hal ini bisa dimungkinkan karena daerah erupsi merapi yang kemaren mendapatkan Wedhus Gembel telah berubah menjadi daerah wisata Lava yang ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. jangan dilupakan momentum yang terjadi ini sehingga tidak mengecewakan rakyat lagi.

untuk kondisi masyarakat yang menjadi korban di sepanjang bantaran sungai yang dilewati lahar dingin, harus mulai difikirkan bagaimana memberikan bantuan sembako dan pakaina pantas pakai yang memadai karena belum dapat di pastikan kapan banjir lahar dingin ini akan berhenti. selain itu, perlu difikirkan pula tata kelola dan tata ruang yang ideal bagi daerah di sepanjang bantaran sungai agar bencana serupa tidak terjadi lagi. langkah terbaik adalah melakukan relokasi warga yang mengalamu musibah berupa rumahnya yang hanyut oleh banjir lahar dingin dan diberikan lokasi yang cukup aman dan tidak jauh dari sumber penghidupan yang sebagian besar berupa Petani. hal ini wajib segera di fikirkan karena permasalahan Merapi sangat penting untuk segera diselesaikan.

semakin lama kita menunda, maka semakin banyak yang menjadi korban. Merapi merayap turun dengan 2 hal yang sangat berbeda, Anugrah dan bencana..tinggal bagaimana kita bisa mengambil hikmah dan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kelangsungan dan kesejahteraan rakyat.

Komentar